
Bayangkan seseorang yang tidak bisa berenang tercebur di sungai. Begitu tercebur, ia melawan, tangan, kaki, semuanya melawan. Akibatnya ia tenggelam dan mati lalu setelah jadi mayat tubuhnya mengapung. Kehidupan juga serupa, siapa saja suka melawan arus, dengan mudah ia tenggelam begitu ia berhenti melawan, sungai kehidupan membiarkan ia mengapung di permukaan kehidupan. Oleh karena itu, berhentilah melawan aturan kehidupan, peluk kehidupan, agar sungai kehidupan membiarkan anda mengapung ke arah tujuan.
Hampir semua manusia takut badai, entah itu berwajah petaka alam, penyakit, atau resesi, semuanya ditakuti orang. Sayangnya ketika badai datang, ia tidak dapat ditolak. Bedanya, orang -orang kuat dan perkasa mencintai badai dalam bahasa mereka, cuaca buruk hanya menyisakan pohon2 yang kuat dan berkualitas yang tetap berdiri. Demikian juga manusia, setiap badai kehidupan adalah tantangan sekaligus peluang untuk menunjukan apakah anda manusia yang kuat atau lemah?

Faizal.
filosofinya kena tuh
saya termasuk orang yang kuat, kadang-kadang saya nangis kalo gak kuat ngadepinnya..
Saya kadang suka nangis sendiri saat ndak ada orang yang tau. Semoga saya bisa jadi orang yang kuat…
wa, filosofis
betul tu
arus kehidupan jangan dilawan, gak kan bisa
ikuti aja dulu, sesekali belokkan kapan perlu
jadi kita manfaatin arus tu