Ketentuan Langit

Posted by Faizal 14 October, 2008

undefined

Ke mana kaki harus melangkah setelah perbatasan terakhir?
Ke mana burung harus terbang setelah langit penghabisan?

Menanggap tuhan, jiwa bertanya-tanya, akal pun tak sampai;
Karena tuhan, maka langit berpusing, bumi pun bergoyang
Dari punggung ikan hingga ke bulan, setiap zarah adalah saksi akan ada-Nya
Dasar bumi dan puncak langit menyatakan sembah-hormat mereka masing-masing pada-Nya

Tuhan membuat angin, tanah, api, dan darah, dan dengan semua ini Ia menyatakan rahasia-Nya
Dan dengan semua itu Ia menyatakan rahasia-Nya.

(Hal 152, Alinea 4 dst,KEPUNDAN, Syafiril Erman. Dikasih judul sekenanya)

Categories : Bookshelf, La Sastra Tags : , ,

Comments
gravatar Posted by alliidd October 15, 2008

gut2,, bosen nih kekna ka faiz dcomment ma aku terus ahahahahahahha :mrgreen:

gravatar Posted by Faizal October 15, 2008

ho..ho.., go for it, no problem.

blom sering blogwalking lagi, jadi yg dateng itu2 aja

tenang, yg plg sering comment dapet hadiah piring cantik :P

gravatar Posted by firil October 22, 2008

ketentuan langit? hmm….

gravatar Posted by Faizal October 22, 2008

aku kasih judul gitu buat post ini, boleh ya?? :D , soalnya pas halaman berikutnya ada penggalan “ketentuan langit” itu dan menurutku pas dengan isi alinea ini.

BTW, it’s really Nice book, pak :) waiting for your next book(if any :D)

Leave a comment

(required)

(required)