Posted by
Faizal 14 October, 2008

Ke mana kaki harus melangkah setelah perbatasan terakhir?
Ke mana burung harus terbang setelah langit penghabisan?
Menanggap tuhan, jiwa bertanya-tanya, akal pun tak sampai;
Karena tuhan, maka langit berpusing, bumi pun bergoyang
Dari punggung ikan hingga ke bulan, setiap zarah adalah saksi akan ada-Nya
Dasar bumi dan puncak langit menyatakan sembah-hormat mereka masing-masing pada-Nya
Tuhan membuat angin, tanah, api, dan darah, dan dengan semua ini Ia menyatakan rahasia-Nya
Dan dengan semua itu Ia menyatakan rahasia-Nya.
(Hal 152, Alinea 4 dst,KEPUNDAN, Syafiril Erman. Dikasih judul sekenanya)

Faizal.
gut2,,
bosen nih kekna ka faiz dcomment ma aku terus ahahahahahahha
ho..ho.., go for it, no problem.
blom sering blogwalking lagi, jadi yg dateng itu2 aja
tenang, yg plg sering comment dapet hadiah piring cantik
ketentuan langit? hmm….
aku kasih judul gitu buat post ini, boleh ya??
, soalnya pas halaman berikutnya ada penggalan “ketentuan langit” itu dan menurutku pas dengan isi alinea ini.
BTW, it’s really Nice book, pak
waiting for your next book(if any :D)